Sejarah

Sekolah Luar Biasa (SLB) Branjangan yang berada di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember kini beralih status dari sekolah swasta menjadi sekolah negeri. Bagaimana perjalanan panjang SLB Branjangan yang sebelumnya dikelola yayasan kini berubah status menjadi SLB Negeri Branjangan di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Jatim ?. Berikut catatannya.

SLB Branjangan didirikan bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November 1979 oleh Yayasan Sekolah Luar Biasa (YSLB) Jember. Yang diprakarsaioleh PMI Cab.Jember dibawah ketua Bapak dr.Soenarjo sekaligus sebagai ketua yayasan pada saat itu dengan sekretarisnya Bapak H. M.Ihsan, BA dan Ketua harian Bapak H.Syahri

Awalnya, SLB ini didirikan dengan sewa rumah di Jalan Bungur Kelurahan Gebang Kec. Patrang, bernama SLB-ABC Jember dengan empat orang guru, sebagai Kepala Sekolah, Pak Tamzun dan tigaorang guru, B. Ambarwiyah, B. Mubarokah, dan P. Fanani kemudian tahun 1981 pindah di gedung SD Inpres di Jalan Imam Bonjol (sekarang sebelah SLB YPAC Jember) Pada tahun 1981 saat Jember dikepalai Bapak Supono, diberi tanah di Jalan Jawa oleh pemerintah dan diberi bantuan gedung. Kepala Cabang Dinas saat itu adalah B.Dra. Hj.Afifah pada Tahun 1983, pindah ke Jalan Jl.Jawa 77 bertambah seorang guru. P. Wahyono dan B. Mubarokah di Jln. Imam Bonjol mendirikan SLB YPAC.

Dalam perkembangannya, Tahun 1986 mendapat bantuan tanah dari Pemkab. Jember yang saat itu bupatinya Bapak Soerjadi, Tahun 1987 mendapat bantuan tiga kotage dari Organisasi Wanita Negara Belanda. Tahun1991 gedung tersebut ditempati sebagian kelas sekaligus sebagai asrama siswa. Tahun itu juga SLB ABC, dikembangkan masing-masing jurusan menjadi tiga lembaga sekolah, Yakni SLB-A dikepalai Drs. Wahyono, SLB-B dikepalai Drs. Achmad Sudiyono, SLB-C dikepalai Drs. Tamzun.

Tahun 2019 SLB-A dikepalai B. Arida Choirun Nisa, M.Pd . SLB-B dikepalai oleh B. Sri Mustainah, S.Pd (sedangkan P. Drs. Achmad S, M.Pd,SH menjadi kepala Dinas Pendidikan Kab. Jember yang sebelumnya menjadi SekDin Pendidikan Kab.Jember) kemudian SLB_B dan Autis dikepalai B. Jariyatur Robiah, S.Pd, dan SLB-C dalam perkembangannya dikepalai B. Tutik Pujiastuti, S.Pd Dari tiga lembaga tersebut pada tahun 2020, hadir sebagai Sekolah negeri.

Dengan beralihnya SLB Branjangan dari swasta ke negeri, kata Achmad, diharapkan pelayanan pendidikan di lembaga tersebut lebih optimal, kesejahteraan guru khususunya tenaga honorer lebih terjamin ke depan. Pelayanan yang dulu ditangani yayasan kurang memenuhi kebutuhan bagi anak yang autis, tuna netra, tuna rungu dan tuna grahita, kini lebih terjamin karena ditangani langsung oleh pemerintah. Ini tujuan kami, kenapa lembaga yang beraset Rp14 miliar lebih, kami serahkan kepada pemerintah tanpa kompensasi apapun, agar pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus ini lebih optimal dan kesejahteraan guru lebih terjamin, katanya.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Suhartono mengatakan dengan menjadi sekolah negeri maka seluruh tanggung jawab dalam peningkatan kwalitas pendidikan bagi para siswa Anak Berkelebihan Khusus menjadi kewenangan pemerintah.Oleh karenanya, para pendidik, guru diharapkan mampu meningkatkan inovasi dalam mendidikan siswa sesuai kurikulum dalam mencetak generasi mandiri dan berdaya saing dalam dunia pendidikan.

"Dengan beralih menjadi sekolah negeri maka tanggung jawab meningkatkan kualitas pendidikan dibidang pendidikan sekolah luar biasa harus lebih luas lagi, lebih dikuatkan terutama menyangkut inovasi-inovasi dari Kepala Sekolah, misi-misinya kedepan dari seluruh steakholder di SLB Negeri Branjangan ini," ujarnya usai peresmian dan tasyakuran penyerahan SLB Branjangan, Bintoro, Rabu (30/6/2021).

Sementara Kepala Sekolah SLB Negeri Branjangan, Arida Choirun Nisa mengatakan telah mempersiapkan segala sesuatu memasuki masa peralihan swasta menjadi sekolah negeri.

Utamanya terkait Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di SLB Branjangan. Jika dulu mereka tanggung jawab yayasan, kini mereka sudah menjadi organ atau bagian dari Gubernur dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemprov Jatim.

"Yang pertama kita lakukan yakni untuk penataan GTK terlebih dahulu, karena saat ini masa transisi maka data guru dan siswa segera kita lakukan pencocokan dengan Dinas Pendidikan Provinsi, dan kita langsung akan menggarap program-program yang sudah dicanangkan untuk dikerjakan dan seluruhnya akan diwujudkan sesuai dengan arahan dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,

Kontak Kami